7 Alasan Terbesar Startup Gagal Bertahan Dalam Bisnis

Bisnis startup secara inheren lebih berisiko daripada bisnis mapan yang sudah lama eksis!

Menurut penelitian CB Insight, setidaknya sebanyak 70% startup gagal dalam 20 bulan setelah fundraising (mengumpulkan dana) dan tidak mampu bertahan di tengah persaingan. Lantas, apa alasannya?

Dengan tingkat risiko kegagalan setinggi itu, penting bagi Anda sebagai pengusaha untuk mengetahui alasan atau penyebab terbesar mengapa startup gagal.

Mengetahui penyebab banyaknya Startup yang tidak bertahan, Anda dapat berusaha sebaik mungkin untuk menghindarinya.

Alasan Startup Gagal Bertahan

Simak 7 alasan yang kerap menjadi sebab banyaknya perusahaan startup yang gagal untuk berkembang dan bertahan.

1. Tidak Memiliki Target Pasar yang Jelas

Alasan terbesar mengapa startup gagal adalah mereka menciptakan produk yang tidak diinginkan pasar.

Kecocokan antara produk dan pasar sangatlah penting. Solusi yang ditawarkan produk atau layanan mereka mungkin cocok dengan mereka, tetapi belum tentu orang lain cocok dan membutuhkannya. 

Mari ambil contoh ketika Google Glass launching. Produk tersebut sudah jelas sangat inovatif dan belum pernah ada sebelumnya. Namun, meskipun demikian, pasarnya tidak cukup besar.

Masyarakat tidak terlalu dan mungkin tidak ingin memakai kacamata dengan layar di dalamnya. Itu sebabnya Google Glass gagal.

Untuk mencegah terjadinya hal ini, penting untuk memastikan pasar untuk produk atau layanan Anda sebelum menginvestasikan waktu dan uang untuk mengembangkannya.

Baca juga: Yuk, Intip 7 Tips untuk Menarik Konsumen Menjadi Pelanggan

2. Krisis Keuangan

Uang merupakan jantung kehidupan untuk bisnis apa pun, terutama untuk bisnis rintisan. Pasalnya, uang adalah sumber daya utama yang dibutuhkan untuk menjaga agar bisnis tetap berjalan dan bertumbuh.

Jadi, jika sebuah perusahaan rintisan tidak memiliki cukup dana, masalah pun makin cepat menghampiri dan sulit untuk mengatasinya.

Ada beberapa penyebab perusahaan rintisan mengalami krisis keuangan, di antaranya alokasi sumber daya yang buruk, salah mengelola dana, investor menarik modal mereka, dan kekurangan pendapatan.

3. Tantangan Persaingan

Persaingan menjadi salahs atu penyebab startup gagal

Kalah saing juga termasuk salah satu alasan kenapa sebuah startup gagal. Disebutkan dalam studi CB Insight bahwa persaingan menyumbang setidaknya 20% penyebab kegagalan perusahaan rintisan.

Contoh yang bisa diambil adalah Digg, sebuah website berita sosial yang memungkinkan pengguna dapat mengirim dan memilih konten.

Di awal tahun 2000-an, Digg menjadi salah satu website yang sangat populer.

Akan tetapi, karena kalah saing dengan website berita sosial lainnya, seperti Reddit dan Twitter, Digg akhirnya bangkrut.

4. Model Bisnis yang Tidak Berkelanjutan

Rencana dasar yang menjelaskan segala upaya perusahaan untuk menghasilkan uang, itu disebut model bisnis. Karena merupakan salah satu kunci keberhasilan perusahaan, model bisnis ibarat seperti tulang punggung perusahaan.

Ada banyak jenis model bisnis yang bisa Anda terapkan untuk perusahaan Anda. Entah itu model bisnis manufaktur, franchise, e-commerce, toko fisik, atau yang lainnya, harus sesuai dengan perusahaan, produk, target audiens Anda.

Model bisnis yang Anda pilih juga harus bisa diskalakan sehingga bisnis dapat tumbuh seiring dengan berkembangnya basis pelanggan.

5. Tim yang Tidak Kompeten

Alasan lainnya yang menyebabkan startup tidak mampu bertahan di tengah persaingan adalah kurangnya sumber daya manusia, dalam hal kualitas.

Dalam membangun perusahaan rintisan, Anda harus memiliki tim dengan keterampilan dan pengalaman yang diperlukan untuk melaksanakan rencana bisnis Anda.

Jika tim Anda tidak kompeten, akan sulit untuk mencapai tujuan bisnis Anda. Contoh perusahaan rintisan yang gagal karena tim yang kurang kompeten adalah Theranos. Perusahaan tersebut menjanjikan revolusi pengujian darah dengan teknologi barunya.

Namun, CEO dan tim founder diduga curang dan malah melakukan pengujian menggunakan metode tradisional sehingga hasil pengujian pun cacat dan gagal memperoleh kepercayaan masyarakat.

6. Peluncuran Produk Tidak Tepat Waktu

Sekitar 10% penyebab startup gagal adalah karena peluncuran produk yang tidak tepat waktu. Hal tersebut bisa diperbaiki dengan mengubah model bisnis atau menemukan pasar baru.

Akan tetapi, proses ini membutuhkan waktu, uang, dan tenaga yang tidak sedikit.

Untuk kasus ini, contohnya bisa Anda lihat di aplikasi Java. Mulanya, Java dirancang sebagai televisi interaktif, tetapi ternyata pasar belum siap menerima produk tersebut.

Akibatnya, tim harus putar otak lagi dan fokus untuk membuat web browser.

7. Salah Menentukan Harga

Sebelum mengembangkan dan meluncurkan produk, Anda perlu memahami persona pelanggan dan daya beli untuk menetapkan harga produk yang tepat.

Jika harga produk yang dibanderol terlalu tinggi, Anda berisiko kehilangan pelanggan potensial.

Sebaliknya, jika Anda memberi harga terlalu rendah, Anda tidak akan menghasilkan keuntungan yang cukup mempertahankan perusahaan Anda.

Nah, itulah 7 alasan terbesar startup tidak mampu bertahan atau gagal. Namun, kegagalan bukanlah akhir.

Banyak juga pendiri perusahaan rintisan di luar sana yang dahulu pernah berkali-kali gagal dan saat ini bisa menjalankan usahanya dengan sukses.

Jadi, dari daftar penyebab kegagalan di atas, jangan sampai menyurutkan semangat Anda untuk memulai usaha.

Share:

Seorang penulis professional yang sudah berkecimpung di dunia digital lebih dari 4 tahun. "Menulis membuat kita menjadi abadi".

Tinggalkan komentar