Ternyata Ini Penyebab Kenapa Valentine Identik dengan Coklat!

Apa sih yang terlintas di benak kamu saat ngomongin hari valentine? Hari kasih sayang? Ngasih coklat? Ngasih bunga? Yap, semuanya betul.

Hari valentine adalah jadi hari yang ditunggu-tunggu bagi sebagian orang. Karena hari yang dirayakan setiap tanggal 14 Februari ini jadi momen saling kasih hadiah, mengutarakan cinta atau menghabiskan waktu bersama sebagai tanda kasih sayang.

Biasanya, hari valentine sering dirayakan oleh orang-orang di benua Eropa. Namun, dewasa ini banyak juga negara-negara luar Eropa ikut merayakan hari kasih sayang. Salah satunya adalah Indonesia.

Pasti kamu sudah tidak asing, kalau hari valentine identik dengan coklat dan bunga. Kenapa tidak parsel buah dan cincin? Yang lebih mengenyangkan dan bermanfaat.

Mungkin kamu penasaran kenapa hari valentine identik dengan coklat? Yuk, simak artikel berikut ini sampai habis!

Kenapa Hari Valentine Identik Dengan Coklat?

Dilansir dari berbagai sumber, coklat memang mempunyai sejarah sebagai food of love atau makanan cinta. Selain itu, coklat juga merupakan simbol kasih sayang, sensualitas dan kenyamanan.

Semua ini bermula dari tahun 2.000 sebelum masehi, pada saat itu coklat disebut sebagai Xocolatl atau air pahit dibuat dari biji kakao.

Bagi kaum kelas atas suku Aztec dan Maya, kakao dianggap barang sakral dan mewah. Bahkan biji kakao setara dengan emas pada saat itu. Tidak hanya itu, kakao ada hubungannya dengan cinta dan kesuburan.

Baca juga: Asus Vs Oppo Mana yang Lebih Bagus? Awas Jangan Salah Pilih!

Nah, karena penjelajah Eropa sering datang ke wilayah tersebut jadi mereka kenal dan membawa biji kakao ke negara asalnya. Seperti Inggris, Prancis dan Spanyol.

Dan saat itu, coklat hanya dikenalin di daerah istana saja. Jadi hanya orang kaya dan kebanyakan laki-laki yang mengonsumsinya karena coklat dianggap bisa meningkatkan kenjantanan lelaki.

Pada abad ke-18, ada dua makanan mewah yang hanya dinikmatin oleh orang kaya Eropa yaitu coklat dan gula. Mereka pun menggabungkan coklat dan gula sebagai sebuah hidangan. Sejak saat itu, bisnis pembuatan coklat manis menyebar ke seluruh Eropa.

Hal di atas bertepatan dengan budaya hari valentine yang sedang merebak di Eropa. Tepat pada tahun 1861, Richard Cadbury, seorang pengusaha produksi coklat ingin mengkomersialisasikan minuman coklat dengan valentine.

Dengan kejeniusan Cadbury, Ia menginovasikan minuman coklat menjadi makanan dan dikemas dalam bentuk kotak berbentuk hati yang dikenal sebagai coklat valentine hingga sekarang.

Idenya Cadbury menyebar hingga ke Amerika Serikat. Bisnis coklat valentine di AS diperbesar oleh Russel Stover yang membuatnya menjadi perusahaan coklat nomor satu di AS.

Melihat kesuksesannya bisnis Stover, perusahaan-perusahaan coklat di AS mulai membuat dan memasarkan coklat dalam berbagai bentuk, sesuai keinginan pelanggan.

Menurut penelitian, para pria mulai memesan coklat dengan bentuk sesuai keinginan mereka dan dikasihkan ke pasangan mereka.

Budaya tersebut lah yang akhirnya membuat perusahaan coklat bikin iklan coklat valentine di AS.

Salah satu iklan yang terkenal pada tahun 1930-an yaitu dari Whitman’s Chocolate yang mempunyai makna implisit, para pria yang ngasih coklat ke pasangannya adalah sesuatu yang sangat romantis.

Sejak saat itu, coklat, perempuan dan hari valentinenya mempunyai ikatan yang erat. Bisa menghasilkan budaya hari valentine identik dengan coklat hingga sekarang.

Share:

Seorang penulis professional yang sudah berkecimpung di dunia digital lebih dari 4 tahun. "Menulis membuat kita menjadi abadi".

Tinggalkan komentar