• Minggu, 22 Mei 2022

Kapolri Ingatkan Daerah Syarat Wajib Gelar PTM 100 persen

- Sabtu, 8 Januari 2022 | 04:35 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Humas Polri)
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Humas Polri)

HALO PELAJAR- Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengingatkan dua syarat wajib pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen bagi daerah, yakni target 70 persen vaksinasi bagi masyarakat umum dan 60 persen bagi kelompok lanjut usia.

Kedua syarat tersebut wajib dipenuhi guna mendukung kebijakan Pemerintah Indonesia terkait PTM bagi anak-anak.

"Pemerintah saat ini telah memberikan kebijakan PTM 100 persen, di mana untuk melaksanakan PTM 100 persen dan vaksinasi anak, maka target pencapaian vaksinasi masyarakat umum 70 persen dan lansia 60 persen harus terpenuhi," kata Sigit saat menghadiri kegiatan akselerasi vaksinasi serentak di Gedung Dome Bale Rame, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat dilansir dari Antara.

Baca Juga: Solusi Kang Dedi Mulyadi Atasi Kemiskinan Kota Bandung Terungkap Lewat Kisah Mang Kusnadi

Jenderal bintang empat itu berpandangan proses belajar mengajar secara tatap muka langsung merupakan hal yang penting. Mengingat, hampir dua tahun semenjak pandemi COVID-19, generasi bangsa kehilangan momentum tersebut.

Guna mewujudkan pembelajaran secara tatap muka langsung, Sigit mengatakan harus ada jaminan kesehatan dan imunitas bagi anak agar terlindungi dari bahaya paparan virus Corona SARS-CoV-2. Salah satunya adalah dengan memberikan suntikan vaksin.

Menurut Sigit, penguatan imunitas terhadap anak akan memberikan jaminan kesehatan kepada orang tua dan orang-orang yang ada di dalam lingkungan keluarganya. Sehingga, tidak perlu ada rasa khawatir munculnya klaster keluarga ketika PTM 100 persen diberlakukan.

"Kita ingin anak-anak kita segera melksanakan tatap muka. Namun di sisi lain, kita harus yakin anak-anak kita sudah dibekali vaksinasi atau imunisasi," ujar Sigit.

Sigit meyakini dengan imunitas yang terbentuk, sehingga pada saat melaksanakan aktivitas di sekolah aman tidak menjadi pembawa atau "carrier" virus ke rumah. Karena saat kembali biasanya bertemu orang tua, nenek atau kakek. Dan juga memiliki posisi rentan apabila tidak diberikan imunisasi atau vaksinasi.

Halaman:

Editor: Fajar Maritim

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Paskhas Resmi Berubah Nama Jadi Kopasgat

Kamis, 27 Januari 2022 | 03:28 WIB

Menhan Prabowo Peringati Pertempuran Lengkong

Kamis, 27 Januari 2022 | 03:23 WIB

Terpopuler

X