• Minggu, 3 Juli 2022

Dedi Mulyadi Tidak Terima Arteria Dahlan Permasalahkan Rapat Pakai Bahasa Sunda

- Selasa, 18 Januari 2022 | 15:00 WIB
Kolase Arteria Dahlan dan Dedi Mulyadi
Kolase Arteria Dahlan dan Dedi Mulyadi

HALO PELAJAR- Anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan dinilai keterlaluan karena menyebut kepala kejati menggunakan Bahasa Sunda saat rapat layak dipecat. Sikap Arteria Dahlan yang seperti ini dianggap menyudutkan.

Anggota DPR Dedi Mulyadi menyatakan Kejati yang layak dipecat yaitu Kejati yang menerima suap bukan yang mengucapkan bahasa daerahnya.

Menurut Dedi, memimpin rapat pakai bahasa daerah adalah hal yang wajar selama peserta rapat mengerti bahasa daerah yang digunakan sebagai media dialog.

Baca Juga: Alhamdulillah Vaksinasi Covid-19 di SD Plus Mutiara Insani Purwakarta Berjalan Lancar

“Jadi kalau Kejati terima suap saya setuju untuk diganti, tapi kalau pimpin rapat pakai bahasa Sunda apa salahnya?” kata Dedi, Selasa, 18 Januari 2022.

“Wajar saja dilakukan selama yang diajak rapat, yang diajak diskusi, mengerti bahasa daerah yang digunakan sebagai media dialog pada waktu itu,” tegas Dedi.

KERAGAMAN INDONESIA

Dedi mengungkapkan saat menjadi Bupati Purwakarta, Jawa Barat, aktivitas penggunaan bahasa daerah menjadi keseharian baik antar pejabat negara maupun dengan masyarakat.

Penggunaan bahasa daerah justru menjaga dialektika bahasa sebagai keragaman Indonesia

“Saya lihat di Jawa Tengah juga bupati, wali kota, gubernur sering juga menggunakan bahasa Jawa dalam kegiatan kesehariannya. Ini adalah bagian dari kita menjaga dialektika bahasa sebagai keragaman Indonesia,” ujarnya.

Lanjut Dedi, saat memimpin rapat sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPR kerap menyisipkan bahasa Sunda di dalamnya.

Halaman:

Editor: Fajar Maritim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tri Adhianto Jabat Plt Wali Kota Bekasi

Sabtu, 8 Januari 2022 | 04:42 WIB

Presiden Jokowi Resmikan Muktamar Ke-34 NU di Lampung

Rabu, 22 Desember 2021 | 12:36 WIB

Terpopuler

X